Kenakalan Remaja, Implikasi Disharmoni Keluarga

Oleh: Moh.Sofi*

Timbulnya kenakalan remaja yang terjadi pada saat ini merupakan permasalahan besar dalam lingkungan masyarakat, dimana kenakalan remaja tersebut tidak hanya merugikan diri sendiri tetapi juga merugikan orang lain. Masa remaja adalah masa yang sangat peka terhadap ajaran agama islam, dan pada masa itu remaja sangat rentan dan mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitar.

Perkembangan kepribadian seseorang termasuk remaja merupakan hasil hubungan dan pengaruh timbal balik secara terus menerus antara pribadi dengan lingkungannya, lingkungan sosial bagi para remaja ini merupakan inspirasi yang dapat memberikan kaitan fisik maupun kesehatan mental yang merupakan upaya mencegah timbulnya gangguan atas kepribadiannya.

Amat banyak faktor yang meayebabkan tingkah laku kenakalan remaja, salah satunya adalah lemahnya pertahanan diri seseorang remaja yang dimagsud pertahan diri adalah faktor yang ada dalam diri untuk mengontrol dan mempertimbangkan diri terhadap pengaruh pengaruh negatif dari lingkunganJika ada pengaruh negatif yaitu seperti pecandu dan pengedar narkoba, ajakan ajakan untuk melakukan perbuatan negatif. Meraka tidak bisa menghindari dan mudah terpengaruh, akibatnya remaja tersebut terlibat dalam kegiatan negatif yang membahayakan dirinya dan masyarakat.

Lemahnya kepribadian remaja tidak terlepas dari faktor pendidikan di keluarganya, sering orang tua tidak memberikan kesempatan untuk anak agar mandiri, kreatif, dan memiliki daya kritis, serta mampu bertanggung jawab.Akibatnya hingga remaja dimana saat saat itu adalah saat yang sangat penting untuk menjadi orang dewasa, tidak menjadi kenyataan yang terjadi malah Anak tersebut menjadi anak manja, yang lugu dan kurang memahami trik trik kejahatan yang ada didunia nyata.

Selain itu kondisi keluarga yang sering bertengkar antara ayah dan ibu membuat anak tidak betah dirumah, mereka lebih senang diluar dan berkumpul dengan anak anak lain yang terdiri latar belakang kehidupan yang berbeda. Masalah masalah yang dihadapi remaja sering kali yang disebabkan oleh hambatan komunikasi antara kedua belah pihak. Faktor yang menyebabkan penghambat komunikasi diantaranya adalah biasanya orang tua mempunyai kedudukan yang lebih tinggi dari kedudukan anak yang remaja, sebagai akibat terjadi benturan nilai antara remaja yang mulai merasa dewasa dengan orang tuanya yang menggunakan otoritas yang berlebihan.

Remaja sebagai sosok individu yang sedang mencari jati diri, remaja tidak boleh berpangku tangan saja.Remaja harus mengembangkan segenap potensi yang dimilikinya.Akan tetepi patut diketahu: bahwa peagembangan tersebut harus melalui pembiasaan tingkah laku terpuji, dan bertanggung jawab, kreatif yang selalu didasari keimanan dan ketaqwan kepada Allah SWT.

Pencarian jati diri oleh seseorang remaya dapat saja di Implementasikan dalam berbagai bentuk dam sarana, termasuk mencari figur yang dianggap tepat untuk dijadikan model atau contoh yang pantas baginya untuk diikuti. Dalam masa itu remaja tidak tertutup kemungkinan mengalami goncangan jiwa, ragu ragu bahkan kebingungan untuk mencari sosok idolanya, apalagi sosok idola yang didambakan itu sangat beragam.

Namun demikian, Islam telah menggaris bawahi pencarian jati diri itu. Hendaklah dilakukan dengan tetap mengacu kepada pedoman Allah SWT yang menyiratkan makna bahwa Rosulallah SAW adalah sosok yang sempurna yang dapat dijadikan contoh berprilaku.

Akan tetapi, perkembangan prilaku remaja itu sendiri banyak dipengaruhi oleh berbagai hal atau kondisi. Misalnya, lingkungan tempat dimana remaja tumbuh berkembang dan bergaul ditengah masyarakat, namun demikian remaja juga tidak mungkin diisolasi dari pergaulan tersebut karena tanpa masyarakat atau lingkungan kepribadian remaja itu tidak akan berkembang.

“Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak anak menuju masa dewasa.Selama masa remaja banyak masalah yang dihadapi karena remaja itu berupaya menemukan jati dirinya. Kebutuhan aktualisasi diri usaha pencarian jati diri remaja dilakukan dengan berbagai pendekatan, agar ia dapat mengaktualisasi dirinya dengan baik”

Berada dalam Lingkungan seorang remaja banyak belajar mengenai berbagai hal, tidak terkecuali bagaimana ia harus bertingkah laku yang baik dan benar. Lingkungan yang terdiri dari orang tua, saudara, teman, guru, dan sebagainya. Lingkungan yang baik diharapkan akan melahirkan remaja yang baik.

Sebaliknya dengan lingkungan yang buruk tentu akan menyebabkan prilaku buruk pula,prilaku prilaku inilah yang di sebut dengan istilah kenakalan remaja. Kenakalan remaja merupakan suatu masalah yang sangat penting dan perlu untuk dibicarakan, karena remaja merupakan bagian dari generasi muda, dan merupakan tumpukan dan harapan masa depan bangsa dan negara. Di tangan merekalah terletak masa depan bangsa dan negara ini.

Oleh karena itu, pembinaan remaja sebagai generasi penerus suatu bangsa mutlak diperlukan terutama pembinaannya dan segi moral agar memiliki budi pekerti dan ahlak yang mulia sebagai bekal hidup dimasa yang mendatang.Karena apabila para remaja memiliki budi pekerti dan ahlak yang luhur maka kelangsungan hidup suatu bangsa dapat dipertahankan.

Dengan demikian orang tua khususnya dan orang Islam umumnya mempunyai kewajiban untuk membimbingnya. Pendidikan dalam keluarga merupakan pendidikan yang utana. Para ahli sependapat beberapa pentingnya pendidikan dalam keluarga, bahwa apa saja yang terjadidalam pendidikan itu membawa pengaruh besar terhadap kehidupan sistem didik, demikian pula terhadap pendidikan yang akan dialami di sekolah dan di masyarakat.

Orang tua, ayah dan ibu memegang peranan yang sangat penting dan amat berpengaruh atas pendidikan anak anaknya.Hal ini menunjukan bahwa orang tua bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidupnya.Karena tidak diragukan bahwa tanggung jawab pendidikan secara mendasar menjadi bebaan orang tua.

Hal ini merupakan fitrah yang telah dikodratkan oleh Allah SWT pada setiap orang tua, mereka tidak bisa lari dari tanggung jawab itu karena merupakan amanah dari Allah SWT yang dibebankan kepada mereka.

Memperhatikan kondisi diatas, tidak semerta merta menyalahkan remaja, karena disatu sisi mereka masih ada orang tua yang selalu memperhatikan mereka, Jika perhatian orang tua kurang dan pengawasannya lemah maka kenakalan anak remaja semakin lama semakin meningkat.

Berdasarkan observasi yang telah penulis lakukan tindakan kenakalan remaja yang terjadi tidak terlepas dari peran orang tua itu sendiri.


*Penulis adalah mahasiswa Prodi BPI angkatan 2021